Hayoo apa jawabannya?? Ya, inilah yang sedang aktif dibicarakan oleh teman-teman sekantor saya. Dan sukses mempengaruhi pemikiran saya sehingga ada keinginan untuk menuangkannya ke dalam sebuah tulisan.
Dalam obrolan ‘tante-tante’ dan ‘om-om’ saat jam makan siang, banyak sekali opini dan tanggapan serta celaan bahkan umpatan yang terdengar saat ‘dikumandangkan’ pertanyaan ini.. dan saya pun sendiri hingga detik ini masih belum tahu jawabannya.
Banyak sekali pertimbangannya, pertama masalah karier. Umur 25 atau bisa dibilang ¼ abad adalah umur yang ‘mengkel’ dalam berkarier. Rata-rata para pekerja yang berumur 25 sedang dalam masa-masa meraih kenaikan posisi atau gampangnya sedang ‘hot’ untuk chance yan lebih besar. Sehingga khususnya bagi wanita, sering ada pendapat untuk sayang jika dilepas masa-masa berjayanya untuk menikah-punya anak-mengurus rumah tangga.
Namun ada juga yang berpendapat umur 25 saat yang tepat untuk menikah. Karena sudah bisa dikatakan standar mapan dalam bekerja (dihitung dari: rata-rata jika lulus sarjana umur 22, umur 25 sudah bekerja selama 3 tahun dan bisa diasumsikan sudah settle)
Ada juga yang berpendapat, umur 25 juga menjadi patokan dalam masa depan. Yang memutuskan untuk menikah di umur kurang dari atau sama dengan 25 sudah dapat dipastikan akan ‘say goodbye’ dengan masa muda.
Ada juga pendapat lain, yang memutuskan ‘menunda’ pernikahan setelah umur 25, pasti akan telat menikah. Jika perempuan pasti akan lebih dari 28-29 atau malah kepala 3.
Untuk para lelaki juga nasibnya sama, hanya batasan umurnya saja yang berbeda, jika perempuan umur ‘rentan’ itu umur 25, lelaki itu umur 30 ya?? Contohnya banyak, cba lihat berapa orang kaum lelaki yang sudah ‘kalangkabut’ saat menginjak umur 30 tanpa ada kekasih?? Hehe…
Nah sekarang kembali ke awal, Menikah dulu atau Karier Dulu???
Kalau saya, MASIH BINGUNG!!!


