Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

Menyulap Labu Kuning menjadi Panganan yang memuaskan lidah

 Labu kuning saat Halloween

“Trick or Treat!!!”
Merupakan slogan atau jargon yang sering kita dengar saat merayakan Halloween. Ya, tanggal 31 Oktober 2011, tepatnya hari ini kita merayakan hari Halloween. Dan tidak Halloween namanya jika tidak menggunakan Labu Kuning/waluh dalam menghias perayaan Halloween. Biasanya kita mengukir labu kuning untuk hiasan wajah Jack O’Lantern yang menyeramkan.

Tetapi tahu kah kalian, labu kuning dapat juga dijadikan alternative bahan makanan? Dan kita dapat membuatnya dalam merayakan Halloween lho dengan menggunakan sisa bahan atau kelebihan labu. Sehingga, hiasannya dapat, makanan special Halloween pun juga tersedia.

 Labu kuning tenyata kaya serat dan vitamin

Jangan salah, labu kuning merupakan bahan makanan yang ternyata sangat baik bagi tubuh. Misalnya: dalam labu kuning mengandung Beta-carotene yang kaya antioksidan dan dapat mencegah kanker dan penuaan dini. Karena berasal dari tanaman, maka labu kuning kaya akan serat dan vitamin. (vit. A dan C).

Berikut, saya akan bagikan resep makanan berbahan dasar Labu Kuning, yang sangat cocok untuk hidangan penutup saat merayakan Halloween. Kita akan buat: Lasagna Labu.

 Lagsana labu kuning

Bahan: 
·         10 lembar lagsana instan
·         ¼ labu kuning, kupas lalu iris setebal 1 cm
·         1 buah ubi jalar, kupas dan iris 1 cm
·         I buah zucchini, iris memanjang
·         250 gram keju ricotta
·         ¼ cup keju parmesan parut
·         1 butir telur
·         500 cc saus tomat
·         1 sdm parsley
·         1 sdm oregano

Cara membuat:
1.       Kukus labu kuning dan ubi jalar sampai empuk
2.       Siapkan pinggan tahan panas, olesi dengan minyak
3.       Masak saus tomat, oregano, dan parsley sampa saus mengental, angkat dan sisihkan
4.       Campur keju ricotta, keju parmesan, dan telur jadi satu dan sisihkan.
5.       Olesi dasar pinggan dengan 4 sdm adonan saus tomat, tutup lembaran dengan lagsana, tata sayuran (labu kuning, ubi jalar, dan zucchini) di atasnya, tutup lagi dengan saus tomat, lembaran lagsana dan sayuran sampai adonan habis.
6.       Tuang adonan keju ricotta diatasnya, ratakan
7.       Panggang dalam oven dengan suhu 180 derajat Celcius selama 50 menit. Tutup lagsana dengan aluminium foil agar kejunya tidak gosong.
8.       Angkat dan siap sajikan.

Demikian, labu kuning pun dapat kita sulap menjadi hidangan yang memuaskan lidah.
Selamat Hari Halloween!!!

Gambar: kaskus.us, bisnisukm.com, shopturtlepie.wordpress.com

Jumat, 14 Oktober 2011

Rahasia Cantik Demi Moore

Anda pasti tau Demi Moore. Artis Hollywood ini dulu pernah jadi trend setter untuk rambutnya yang tomboy. Kini, namanya makin akrab di dunia selebritas setelah kasus perselingkuhan suaminya Ashton Kutcher. Wanita yang umurnya yang hampir 50 tahun ini memang tetap cantik dan menawan. Anda pasti penasaran apa sih rahasianya?

Ternyata, Demi Moore rajin melakukan terapi lintah untuk kulitnya. Terdengar aneh untuk seleb tingkat dunia seperti dia? Tapi itulah kenyataannya. Ia pertama kali menemukan terapi ini saat di Austria. Dia juga mengatakan bahwa lintah-lintah itu bukannya jenis lintas yang biasa ada di sungai atau tempat lain. Lintah yang dia gunakan saat itu adalah lintah yang emang benar-benar untuk terapi dan sudah ‘terlatih’. Ia bahkan sempat berkonsultasi dengan dokter khusus unutuk terapi ini. tapi hasilnya tampak worth it sekali ya. Kulitnya indah menawan mulus dan seperti tanpa cacat.

Getah lintah memang dipercaya dapat mendetoksifikasi darah. Sirkulasi darah bisa diperbaiki dengan adanya getah lintah tersebut. Apalagi karena lintah juga efektif guna membersihkan darah kotor. Detoksifikasi ini akan membuat kulit lebih cerah dan bersih dari segala noda.
Proses terapi lintah berlangsung sekitar 15 sampai 2 jam, tergantung pada kondisi dan bagian tubuh yang ingin dibersihkan. Sama seperti gigitan lintah biasa, terapi lntah ini tidak menyakitkan. Malah katanya berasa dingin. Biasanya, bagian yang akan dihisap lintah akan dibersihkan dulu dari segala macam rambut, lalu dioleskan turpentine dan setelah itu baru bisa dihisap sang lintah.

Hmmm… jadi, bagi anda yang ingin berkulit mulus dan cantik seperti Demi Moore, sepertinya tidak ada salahnya mencoba terapi lintah. Apalagi, di Indonesia lintah sering juga digunakan untuk terapi kesehatan. Tak ada salahnya mencoba kan? Sehat dan cantik. Walaupun agak sedikit menyeramkan (buat saya). Hehe 

Sumber: fimela
Gambar: www.yowazzup.com, news.sciencemag.org

Rabu, 05 Oktober 2011

Burung Hantu, Bukan Lagi Simbol Mistis

Surfing di internet bikin saya tau apa yang terjadi di bagian lain dunia ini. Terutama, tentang gaya hidup orang-orangnya. Berhubung tinggal di Jakarta, dan hampir tiap hari berkutat dengan pekerjaan, saya baru tau kalo ada yang lagi hits di jagad aksesoris. Saya memang buka seseorang yang gaul dan selalu update dengan perkembangan fashion terbaru. Tapi aksesoris ini lucu banget, karena temanya burung hantu (owl).

Tema burung bermata besar ini sebenernya sudah sering diangkat jadi tema aksesoris di luar negeri. Di Indonesia sendiri, aksesoris dengan tema burung hantu kabarnya sedang marak di kota kembang, Bandung. Mungkin awalnya orang-orang akan berpikir burung hantu itu menyeramkan dan memberi kesan mistis.

Burung hantu, dalam primbon biasanya selalu dihubungkan dengan kematian. Mungkin karena nama dan rupanya yang meyeramkan ya. Apalagi burung ini hanya berkeliaran di malam hari. Tapi percaya deh, aksesoris dengan tema ini justru lucu banget.


Ada banyak barang dengan tema burung hantu yang dijual di salah satu butik di Bandung, mulai dari kalung, cincin, gelang, bros, jepitan sampai tas. Ternyata, di luar negeri sendiri, aksesoris dengan tema serupa memang sudah jadi trend. Penasaran kan seperti apa rupanya?
Cek sortofromantic.wordpress.com untuk lihat beberapa koleksi penulisnya.

Jalan-jalan ke blog luar negeri saya menemukan ada banyak orang yang ternyata terobsesi dengan burung hantu dan semua tentang burung hantu. Selain itu, ada situs www.etsy.com yang khusus menjual barang-barang handmade yang kesannya vintage banget. Kalo anda termasuk orang yang punya kreatifitas tinggi, bisa berkunjung ke sini untuk cari ide.

Di Indonesia, atau tepatnya di Bandung sendiri, katanya sih memang ada butik khusus yang menjual aksesoris dengan tema burung hantu. Hmmm.. baiknya sih cari sendiri aja, saya takut keitung promosi. Hehe


Cheers!


Gambar: tumblr

Kamis, 25 Agustus 2011

Tatto, Lifestyle Penuh Resiko


Bagi kebanyakan orang, tato seringkali mencerminkan kepribadian yang metal, serem dan anarkis. Makanya banyak orang yang menghubungkan tato dengan premanisme. Tapi jaman sekarang, mulai dari selebritis sampai rakyat biasa, punya tato. Dan bukan hanya kaum pria, para wanita pun kini ramai-ramai men-tato tubuhnya. Mungkin bisa dibilang, tato kini jadi lifestyle, walaupun tdak semua orang begitu.

Beberapa orang mengatakan, punya tato itu pilihan. Tapi, apa tato itu sendiri aman? Semuanya kembali ke diri masing-masing. Dari dulu saya suka sekali dengan seni tato mentato, tapi saya rasa saya tidak akan mau ditato. Ada beberapa alasan mengapa memiliki tato mengandung banyak resiko, dan resiko inilah yang membuat saya tidak akan pernah berani mencoba. Simak beberapa hal berikut.

Larangan Agama

Ini hal yang paling utama. Agama saya melarang adanya tato. Hukumnya haram. Alasannya adalah seperti ini: “Allah melarang umatnya untuk menyakiti diri sendiri dan mengubah segala pemberian-Nya, salah satunya dengan cara mentato tubuh.” Wow. Dengan alasan inilah, saya menolak tato secara mentah-mentah.

Resiko Penyakit Menular

Pasti sudah tau kan proses mem-tato itu melibatkan jarum? Jarum yang ditancapkan ke kulit gunanya adalah untuk memasukkan tinta di kulit bagian bawah. Proses ini menyakitkan menurut saya, terutama bagi orang-orang yang paranoid dengan jarum. Pemakaian jarum suntik untuk tato di beberapa gerai tato tidak bisa dianggap enteng. Resiko penyakit menular sangat besar dengan cara ini. HIV AIDS atau Hepatitis adalah salah dua penyakit menular yang sangat beresiko ditularkan melalui pemakaian jarum suntik yang tidak steril.

Alergi

Ada banyak orang lho yang menderita alergi karena tato. Saya sendiri pernah coba tato termporary di pergelangan tangan. Mungkin karena tintanya murahan atau memang kulit yang tidak cocok, rasanya panas dan gatal. Alergi seperti ini seringkali datang bahkan bisa berujung jadi infeksi, jadi daripada menyiksa diri, saya meyakinkan diri untuk tidak bertato (lagi). Hehe.

Bosan

Saya orang yang bosan. Mungkin satu saat saya suka ini, tapi beberapa waktu berikutnya malah tidak suka. Ini tentu akan jadi sangat merepotkan jika saya punya tato dan bosan dengan gambar atau tulisannya?

Jadi, mungkin saya terlalu banyak alasan, tapi menjadi seorang penikmat tato sudah cukup bagi saya. Terumata jika tato itu memiliki alasan filosofis yang menarik.

Sumber gambar: google image
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...