Kamis, 22 Maret 2012

Umur 25: Menikah atau Karier dahulu??



Hayoo apa jawabannya?? Ya, inilah yang sedang aktif dibicarakan oleh teman-teman sekantor saya. Dan sukses mempengaruhi pemikiran saya sehingga ada keinginan untuk menuangkannya ke dalam sebuah tulisan.
Dalam obrolan ‘tante-tante’ dan ‘om-om’ saat jam makan siang, banyak sekali opini dan tanggapan serta celaan bahkan umpatan yang terdengar saat ‘dikumandangkan’ pertanyaan ini.. dan saya pun sendiri hingga detik ini masih belum tahu jawabannya. 

Banyak sekali pertimbangannya, pertama masalah karier. Umur 25 atau bisa dibilang ¼ abad adalah umur yang ‘mengkel’ dalam berkarier. Rata-rata para pekerja yang berumur 25 sedang dalam masa-masa meraih kenaikan posisi atau gampangnya sedang ‘hot’ untuk chance yan lebih besar. Sehingga khususnya bagi wanita, sering ada pendapat untuk sayang jika dilepas masa-masa berjayanya untuk menikah-punya anak-mengurus rumah tangga.

Namun ada juga yang berpendapat umur 25 saat yang tepat untuk menikah. Karena sudah bisa dikatakan standar mapan dalam bekerja (dihitung dari: rata-rata jika lulus sarjana umur 22, umur 25 sudah bekerja selama 3 tahun dan bisa diasumsikan sudah settle)



Ada juga yang berpendapat, umur 25 juga menjadi patokan dalam masa depan. Yang memutuskan untuk menikah di umur kurang dari atau sama dengan 25 sudah dapat dipastikan akan ‘say goodbye’ dengan masa muda. 

Ada juga pendapat lain, yang memutuskan ‘menunda’ pernikahan setelah umur 25, pasti akan telat menikah. Jika perempuan pasti akan lebih dari 28-29 atau malah kepala 3. 

Untuk para lelaki juga nasibnya sama, hanya batasan umurnya saja yang berbeda, jika perempuan umur ‘rentan’ itu umur 25, lelaki itu umur 30 ya?? Contohnya banyak, cba lihat berapa orang kaum lelaki yang sudah ‘kalangkabut’ saat menginjak umur 30 tanpa ada kekasih?? Hehe…


Nah sekarang kembali ke awal, Menikah dulu atau Karier Dulu???
Kalau saya, MASIH BINGUNG!!!

10 komentar:

Aiinizza Wynata mengatakan...

menikah tidak ada patokan umurnya mbak, asal hati dan secara psikologis qt siap untuk new life.. why not untuk menikah ??
soal karier qt bisa tetep konsisten dgn hal itu tapi tanpa hrs menglupakan proses yg satu itu. menikah itu bukan pilihan tapi kita yang memilih dgn siapa nanti qt kan berinvestasi masa depan rumah tangga qt nanti sampai menua nanti dgn pria yg tepat :)
jangan bigung2 lg mbak, kalo sudah waktu dan saatnya pasti jodoh tak'an lari jauh kemana..

arie5758 mengatakan...

Tergantung kebutuhan saja, namun tetap ingat bahwa kita perlu mencari pasangan hidup. Selain utk niat ibadah dan mengurangi fitnah, juga utk penerus keturunan kita. Mengejar karier tidak akan pernah ada habisnya, bahkan perusahaan lebih suka jika kita tidak menikah :)

Noa Salfhali mengatakan...

Hahaha..yang mana asik aja mbak..
toh, walo udah nikah, yang namanya rejeki gak bakal kemana kalo dikejar..

Rudy Arra mengatakan...

Pertanyaan yang selalu terbersit di hati hampir setiap orang muda yang belum menikah dan sedang menikmati karir termasuk saya hehe...alangkah baiknya jika kita berusaha memberi perhatian yang seimbang pada karir dan pasangan, soalnya keduanya merupakan masa depan kita, kita semua tahu itu.

adeline mengatakan...

hahaaa.... salam super untuk semuanya kalau itu.... biasa sedang galau2nya nih umur2 segini..hehe

Misgi Candra Dasa mengatakan...

Jika bener" dah mapan ya milih nikah aj. . .
visit me back http://misgicandra.blogspot.com

adeline mengatakan...

hehhee.... trims sudah mampir...

stephen mengatakan...

knp wanita bekerja kebanyakannya menunda pernikahannya? bukankah jika sudah bekerja bearti kebutuhan finansialnya tentunya terpenuhi, hanya perlu membagi waktu untuk urusan rumah dan urusan pekerjanannya saja...

sofi muhammad mengatakan...

Pinginnya menikah dulu. Sayangnya, pacarku mengaku belum siap dan kuputuskan untuk putus dengannya karena aku mencari yang lebih siap. Seperti kebanyakan wanita, mungkin akan takut jika jadi perawan tua. Aku juga punya cita-cita sudah punya anak dua sebelum usia 30 tahun. Jadi, lebih baik aku kehilangan pacar dari pada harus menghabiskan waktu dalam ketidakjelasan dengannya. Intinya, aku mengutamakan menikah jika ada lelaki yang sudah cocok itu.

Obat Cepat Langsing mengatakan...

menurut saya mening menikah dulu he..

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...